Kamis, 13 Maret 2014


SUNNAH RASUL DI MALAM JUM’AT !!! ???
-------------------------------------------
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sahabatku semua yang insyaallah dirahmati-Nya, Dalam pergaulan sehari-hari di kantor, atau melalui sosial media spt facebook, twitter ataupun via BBM, sering kita dengar atau kita jumpai istilah “Sunnah Rasul” pada malam Jum’at.
Bahkan tiap malam Jum’at pasti ada status di BB teman kita ataupun status facebook yang menyebut tentang “Sunnah Rasul” tersebut . Definisi yang benar tentang Sunnah Rasul (Sunnaturrasul) dalam Islam mengacu kepada sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah Saw menjalani hidupnya atau garis-garis perjuangan / tradisi yang dilaksanakan oleh Rasulullah.
Sunnah merupakan sumber hukum kedua dalam Islam, setelah Al-Quran.
Narasi atau informasi yang disampaikan oleh para sahabat tentang sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah disebut sebagai hadits.
Sunnah yang diperintahkan oleh Allah disebut Sunnatullah.
Istilah Sunnah Rasul yang mutawatir (populer) di malam Jum’at hanyalah penghalusan dari hubungan intim suami istri (sex) . Boleh jadi barangkali karena di Indonesia, hal-hal yang terkait dg sex cukup tabu dibicarakan secara terbuka, karena akan dianggap vulgar dan kurang sopan, maka digunakan istilah sunnah Rasul (sbg pengganti).
Ada satu alasan lagi yakni yang sering kita dengar dlm kajian agama ,sebuah hadits yang juga dianggap mutawatir, yaitu : "Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi.”
beberapa ustadz dan saudara kita ada yg mencari-cari riwayat hadist di atas, namun belum ditemukan dalam Kitab manapun (termasuk saya juga sering bertanya2 namun tak menemukan ) .
kesimpulanya hadits sunnah Rasul pada malam Jum’at tersebut diatas (apalagi kalimat sama dengan membunuh 100 Yahudi) adalah sama sekali bukan hadist , alias karangan orang2 yang gak jelas saja ,
Ada cerita bahwa pernah ada ulama ahli hadits kita yang menelitii sanad hadits berhubungan suami istri malam Jum'at sama dengan membunuh 10 atau 100 Yahudi tersebut , dan walhasil sanadnya berhenti pada seorang Habib yg sanadnya tidak nyambung ke sahabat, apalagi ke Rasul Saw.
Jadi sangat jelas itu sama sekali bukanlah Hadist , hanya kalimat karangan semata .
kita tidak akan menemukan satu-pun hadits ttg Rasul Saw berhubungan suami istri pada malam2 tertentu, termasuk malam Jum'at , Beliau tidak menghususkan malam jum'at sebagai demikian itu .
Yang saya tau beberapa sunnah Rasul untuk dilakukan pd hari Jum’at (mulai malam Jum'at), yaitu :
1. Memperbanyak membaca Shalawat ,
sabda Beliau Saw ; “Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at , maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.” (HR. Baihaqi)
2. Membaca Al Qur'an khususnya surat Al Kahfi .
Beliau saw bersabda ,: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum’at.” (HR. Al Hakim)
3. Memperkuat do’a , karena Rasulullah Saw bersabda ; “Hari jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslimpun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘ashar.” (HR. Abu Dawud);
4. Shalat Jum'at , Rasulullah Saw bersabda ; “Salat Jumat itu wajib atas tiap muslim dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan yaitu hamba sahaya , perempuan , anak kecil dan orang sakit. (HR.Abu Daud dan Al Hakim)
5. Ziarah Kubur,
dari Abu Bakar Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa berziarah kubur kedua orang tuanya atau salah satunya pada setiap hari Jum‘at, kemudian membaca surat “Yasin wa al-Qur’an al-Hakim”, maka diampunilah dia sebanyak jumlah ayat dan huruf dari surat itu.” (HR. Dailamy)
itulah beberapa hadits yg bisa kita temukan tentang assunah yg boleh di KHUSUskan pada hari jum'at . Dan sekali lagi tidak ditemukan Sunnah Nabi tentang hubungan suami istri di hari Jum'at (malam Jum'at).
Satu hal lagi, Jangan lupa, yang namanya sunnah Rasul itu pasti pernah dicontohkan dan di wejangkan oleh Rasulullah Saw, dan urusan ibadah harus ada dasar dalil baik dari Al Qur’an maupun sunnah Rasulullah walaupun secara tidak langsung .
( Sebaik-baik ibadah itu adalah ibadah yang dicontohkan Rasulullah ) Sedangkan untuk urusan duniawi dibolehkan dengan catatan tidak merubah/menyalahi/menyimpang dari syari'at yg sudah ditetapkan halal haramnya .
Kembali pada bahasan sunnah Rasul pada malam Jum’at tersebut, berikut ini saya cantumkan dua hadits Rasulullah Muhammad Saw. :
1. Rasulullah Saw bersabda.”"Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at seperti mandi jinabat, kemudian dia pergi ke masjid pada saat pertama, maka seakan-akan dia (berpahala) berkurban dengan seekor unta dan siapa yang berangkat pada saat kedua, maka seakan-akan ia berkurban dengan seekor sapi, dan siapa yang pergi pada saat ketiga, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor domba yang mempunyai tanduk, dan siapa yang berangkat pada saat keempat, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor ayam, dan siapa yang berangkat pada saat kelima, maka seolah-olah dia berkurban dengan sebutir telur, dan apabila imam telah datang, maka malaikat ikut hadir mendengarkan khutbah." (Muttafaq ‘alaih) .. Tapi, hadits di ataspun tidak langsung mengaitkan adanya 'kewajiban' berhubungan pada malam harinya, hanya perintah mandi besar di hari Jum’at sebelum shalat Jum’at. (Wallahu a'lam)
2. Rasul Saw bersabda, “Janganlah kamu khususkan malam Jum’at dari malam yang lain untuk shalat dan janganlah kamu KHUSUSkan hari Jum’at dari hari yang lain untuk berpuasa ,.....“. [HR. Muslim juz 2, hal. 801]
Itulah salah satu hadits tentang tidak mengkhususkannya malam/hari Jum’at untuk melakukan ibadah sholat dan puasa.
Apalagi hubungan intim dgn istri , yang sering disebut-sebut orang tentang sunah Rasul pada malam Jum’at tersebut sama sekali tidak ada dalilnya , untuk itu kita tidak perlu ikut-ikutan mengamalkannya (mengucapkanya) .
Namun begitu bagi yang selalu menjalankan amalan-amalan pada malam Jum’at tersebut
silahkan saja dzikir , baca / mengkaji Alqur'an , menghadiri tausiyah dll) .
Kesimpulanya Mari kita hilangkan budaya mengucapkan hubungan intim mlm jum'at dgn kaliman sunah rosul itu , ganti saja dgn kata2 lain yg tdk menyinggung keagamaan "HARI MADU" misalnya , atau "madu malam" atau apa terserah yg intinya jangan lagi dgn kata sunah rosul karena sungguh tidak pantas dan juga tidak benar serta bisa menimbulkan pandangan yang negatif atas agama kita..
Semoga artikel ini bermanfaat , saya menyadari banyak kekurangan saya , dan atas kesalahanya semoga Allah mengampuni saya , jika sekiranya bermanfaat mari kita bagikan dgn copas atau klik bagikan ( share ) .
Smg kita senantiasa dlm perlindungan Allah atas pengupayan kita memantaskan diri berada pada jalan yang lurus.. , Jalan yang diridhoi-Nya.
Aamiin.
Wallahualam bishawab

Kamis, 11 April 2013

JUJUR DISAYANG ALLOH S.W.T

Add caption
RENUNGAN :
Utk diriku,utkmu,utk kalian,dan utk kita semua.
(Bagi yg tdk suka abaikan saja,diam lbh baik utk menjaga hati drpd bicara tdk baik mengotori hati,segala yg disampaikan tdklah mengharap diterima,tdk juga perduli jika dipertentangkan,apa yg disampaikan dlm berbagi hal kebajikan ini semata krn Allah Ta'ala utk kebaikan bersama)^^

Jujur adalah Tanda Orang Yang Beriman"
Sahabat sahabatku,
sesungguhnya agama Islam yang dibawa oleh baginda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah Agama yang menjunjung tinggi prinsip kejujuran.^^

Beliau sendiri adalah seorang yang mendapat gelar al Amin (orang yang dapat dipercaya) dimasa itu. Karena beliau,Shalallahu ‘Alaihi Wasallam melandasi setiap tindakannya diatas prinsip kejujuran.^_^

Dalam beberapa ayat Al Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyeru orang-orang yang beriman agar bersikap jujur. 
Diantara firman-Nya :
“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” (QS.At Taubah: 119)

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah perkataan yang benar (diantara perkataan yang benar adalah jujur ).” (QS.Al Ahzab: 70)

Ketahuilah Sahabatku,
Bahwa Kandungan kedua ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala memanggil kepada orang-orang yang beriman, agar mereka bertaqwa dan berjalan bersama orang-orang yang jujur. Mengisyaratkan bahwa konsekuensi orang yang mengikrarkan dirinya beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, hendaknya dia berTaqwa. 
Dan salah satu bentuk taqwa dia kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah berjalan bersama orang-orang yang jujur. Berpijak diatas pijakan mereka, yaitu melandasi semua perkataan dan perbuatan diatas prinsip kejujuran. Karena kejujuran itu merupakan tanda kesempurnaan iman dan taqwa dia kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sahabat sahabatku,
Hal ini juga ditegaskan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hari kiamat, hendaklah dia berkata baik atau hendaknya dia diam (bila tidak bisa berkata baik).” (HR. Al Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 48)

Diantara perkataan yang baik adalah perkataan yang jujur. Bahkan kejujuran itu adalah sumber segala kebaikan.^_^

Arti Sebuah Kejujuran :

Sahabat sahabatku yg insya Allah dlm ridha Allah Ta'ala selalu, 
Ketahuilah,bahwa setiap yang menabur biji kebaikan pasti ia akan menuai kebaikan dan demikian pula setiap yang menabur biji kejelekan pasti ia akan menuai kejelekan pula. Ini merupakan sunnatullah (ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala) yang sejalan dengan fitrah yang suci.^_^

Al Imam Al Bukhari dan Al Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Mas’ud, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Sesungguhnya kejujuran itu akan mengantarkan kepada jalan kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu akan mengantarkan kedalam al jannah (surga), sesungguhnya orang yang benar-benar jujur akan dicatat disisi Allah sebagai ash shidiq (orang yang jujur). Dan sesungguhnya orang yang dusta akan mengantarkan ke jalan kejelekan, dan sesungguhnya kejelekan itu akan mengantarkan kedalam an naar (neraka), sesungguhnya orang yang benar-benar dusta akan dicatat disisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Al Bukhari no. 6094 dan Muslim no. 2606)

Sahabat,
Dalam hadits diatas menunjukkan bahwa jujur merupakan amalan yang amat terpuji. Dari sebuah kejujuran akan tegak kebenaran, keadilan, dan sekian banyak kebaikan dibaliknya. Jadi siapa bilang kejujuran tdk mendptkan kebaikan ?? ^_^

Hati akan menjadi tenang dan tentram. Karena orang yang jujur itu tidak mengurangi atau menzhalimi hak orang lain. Sehingga semakin menambah kepercayaan dari orang lain.^^

Cobalah perhatikan sahabat,jika seseorang berkata atau bertindak jujur, maka orang lain akan merasa dirinya dihormati, diperlakukan adil, tidak dizhalimi atau tidak dikhianati. Sehingga menumbuhkan rasa saling percaya, menambah rajutan ukhuwah (persaudaran), dan mahabbah (kasih sayang). Namun sebaliknya, dari ketidakjujuran akan menyebabkan terjatuh dalam perbuatan zhalim, curang atau berdusta kepada orang lain. Yang berakibat memudarnya sikap saling percaya, bahkan akan timbul kedengkian, permusuhan, dan sikap jelek lainnya.

Sehingga jujur itu benar-benar akan mendatangkan kebaikan dan sebaliknya dibalik ketidakjujuran itu terdapat sekian malapetaka. Demikianlah janji Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:

“… Tetapi jikalau mereka jujur terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (QS.Muhammad: 21)

Sebenarnya segala perbuatan itu bisa dinilai sendiri, apakah perbuatan itu didasari dengan jujur ataukah tidak? Bila perbuatan itu didasari dengan kejujuran maka hati itu akan menjadi tentram dan tenang. Berbeda dengan perbuatan yang didasari dengan ketidakjujuran maka hati itu akan selalu gundah gulana dan bimbang. Maka sesuatu yang masih ragu atau bimbang hendaknya ditinggalkan. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رَيبَةٌ

“Tinggalkan sesuatu yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu. Karena kejujuran itu adalah sesuatu yang menenangkan sedangkan dusta itu adalah sesuatu yang membimbangkan.” (HR. At Tirmidzi no. 2518, An Nasa’i 8/327-328, dan Ahmad 1/200, dari sahabat Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib)

Sahabat-sahabatku, 
sehingga image bahwa “jujur itu hancur” itu tidaklah benar. Bahkan sikap jujur itu pasti berakibat “mujur” (baik) dan “ma’jur” (mendapat pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala). 

Diantara dampak yang baik dari perbutan jujur adalah:
1. Sebab mendapat berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا
“Penjual dan pembeli itu memiliki hak untuk meneruskan atau membatalkan akad jual belinya selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur menjelaskan keadaan barangnya maka akan diberkahi jual belinya dan jika keduanya dusta maka akan dihapus keberkahan dalam jual belinya.”

Sahabat,
Ini adalah suatu gambaran dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tentang usaha dagang (bisnis) yang didasari dengan prinsip kejujuran. Jujur dalam memberikan sifat barang, jujur dalam timbangan, atau jujur dalam segala hal yang terkait dengan jual beli. Maka bisnis itu akan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya bila berlaku culas (menipu) dalam bisnisnya maka akan menjauhkan dia dari berkah-Nya, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mendatangkan siksaan baginya. Seperti curang dalam timbangan maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengancam dengan ancaman yang keras, sebagaimana firman-Nya:

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu curang dalam menakar dan menimbang).” (QS.Al Muthaffifin: 1)

2. Jujur sebagai sebab akan diperbaiki dan diterima amalan-amalan lainnya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
3. Jujur sebagai sebab datangnya maghfirah (ampunan) Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah perkataan yang benar (jujur), niscaya Allah akan memperbaiki amalan-amalanmu dan akan mengampuni dosa-dosamu, …” (QS.Al Ahzab: 70-71)

4. Mendapat pahala yang besar. 
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“(Sesungguhnya), … laki-laki dan perempuan yang benar (jujur), … maka Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS.Al Ahzab: 35)

Sahabat,
Diantara pahala yang besar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala janjikan, yaitu barangsiapa yang memohon derajat syahid disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan jujur, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memenuhi permohanannya, meskipun ia mati diatas ranjangnya. Sebagaiamana hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam

مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ

“Barangsiapa memohon kepada Allah derajat syahid dengan jujur niscaya Allah akan menyampaikannya ke derajat para syuhada’, meskipun ia meninggal diatas ranjangnya.” (HR. Muslim no. 1909)

Demikian pula, pedagang (bisnisman) yang jujur akan diberikan pahala tinggal bersama para nabi, orang-orang yang jujur, dan para syuhada’ (orang-orang yang mati di medan jihad). Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda

التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ
“Pedagang yang jujur lagi dapat dipercaya bersama para nabi, ash shiddiqi, dan asy syuhada’.” (At Tiermidzi: 1130)

Akhir kata dari saya, semoga apa yg disampaikan ini sebagai koreksi bagi kita semua utk renungan diri. Tiada seorang pun yang bersih dari noda dosa dan kesalahan. Namun seyogyanya kita selalu berusaha untuk berjalan diatas prinsip kejujuran, bila ada kelalaian dari kita, hendaknya segera kita bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.Insya Allah.^_^ froom MUSBICHIN CHAMIM

Senin, 11 Februari 2013

Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa suatu sorang lelaki tiba-tiba datang & mencaci maki Abu Bakar, sehingga membuat Rasulullah Saw yang tengah duduk didekatnya merasa heran dan tersenyum.

Namun ketika umpatan lelaki itu semakin banyak, Abu Bakar terpancing untuk melontarkan balasan, dan Rasulullah pergi meninggalkannya.
Abu Bakar segera beranjak dari tempatnya dan bertanya, "Ya Rasulullah, saat dia mencaci maki saya engkau tetap duduk. Tetapi saat saya membalas sebagian caci makinya engkau marah dan langsung berdiri, kenapa ?"
Rasulullah Saw menjawab "Sebenarnya (saat engkau dicaci maki) ada malaikat bersamamu, dan dialah yang membalas makian orang itu. Tetapi saat engkau membalasnya, pergilah malaikat dan datanglah setan, dan aku tidak hendak duduk bersama setan."

Setelah itu Rasulullah Saw berkata "Hai Abu Bakar, ada tiga hal dan semuanya adalah haq;
Setiap hamba yang dizalimi dan itu memang layak baginya, lalu ia membiarkannya karena Allah 'Azza wa Jalla, pasti (dengan itu) Allah akan menolongnya.
Setiap orang yang membuka pintu memberi demi menyambung silaturahmi, pasti (dengan itu) Allah akan memberinya tambahan yang banyak,
Dan setiap hamba yang membuka pintu meminta untuk memperbanyak hartanya, pasti (dengan itu) Allah 'Azza wa Jalla akan menambah kekurangan padanya" 
~ HR Ahmad 

Jumat, 04 Januari 2013

Jika Anda Tipe Orang Mudah Putus Asa, Baca iki sek yo hehe...

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

“Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.

Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.”

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, “Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.”

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, “Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini.”

Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”.

Segera timbul kesadaran baru. “Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain”.

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.

Pikirkan :

Jangan habiskan waktu anda untuk hal yang tidak berguna, gunakan waktu yang ada untuk mencapai impian anda. PERCAYA dan ACTION adalah kunci keSUKSESan.

Minggu, 23 Desember 2012

Ya Rabb ...
Jauhkan lelah ini dari hatiku, isi kembali hanya dengan kesabaran kerana keyakinanku akan janji-Mu..
Jagalah Bunga ini agar tiada pernah layu menanti sang Kumbang..
Tetap terjaga indah dalam Kesucian hati dan jiwa..
Tetap tak tersentuh oleh sembarang kumbang yang tak halal baginya..
Andai ada cinta........
Ingin kubenamkan dihati ,ku ingin mencintainya dalam diam tanpa harus ku umbar rasaku sebelum Engkau ikatkan hatiku dan hatinya dalam kesucian cinta-Mu..
Ya Rabb...
Tak kupinta dia untuk sempurna..
Tapi jadikan kami sempurna tuk saling mengisi kekurangan kami..
Tak kupinta dia datang dengan kesombongan atas apa yang diraihnya..
Tapi datangkan Ia dengan ketulusan cinta hanya kerana-Mu
Agar kudapatkan kebaikan dunia,agama dan akhiratku.....
Aamiin ya Rabbal'alamin

Jumat, 02 November 2012

KATA-KATA BIJAK


Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak Akan
kembali :


1. Waktu2. Kata-kata3. Kesempatan.Ada 3 Hal yang dapat menghancurkanhidup seseorang :1. Kemarahan2. Keangkuhan3. Dendam.Ada 3 Hal yang tidak boleh hilang :1. Harapan2. Keikhlasan3. Kejujuran.Ada 3 Hal yang paling berharga :1. Kasih Sayang2. Cinta3. Kebaikan.Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak pernahpasti :1. Kekayaan2. Kejayaan3. Mimpi.Ada 3 Hal yang membentuk watakseseorang :1. Komitmen2. Ketulusan3. Kerja keras.Ada 3 Hal yang membuat kita sukses :1. Tekad2. Kemahuan3. Fokus.Ada 3 Hal yang tidak pernah kita tahu :1. Rezeki2. Umur3. Jodoh.TAPI, ada 3 Hal dalam hidup yang PASTI,Yaitu :1. Tua2. Sakit                                                                                                                      3. Kematian.  

by musbichin chamim116@gmail.com                                                      

Jumat, 26 Oktober 2012

TIADA TUHAN SELAIN ALLOH






KATAKANLAH [MUHAMMAD] SIAPAKAH YANG MEMBERI RIZQI KEPADAMU   DARI LANGIT DAN BUMI ATAU SIAPAKAH YANG KUASA MENCIPTAKAN PENDENGARAN DAN PENGLIHATAN DAN SIAPA YANG MENGELUARKAN YANG HIDUP DARI YANG MATI DAN MENGELUARKAN YANG MATI DARI YANG HIDUP DAN SIAPA YANG MENGATUR SEGALA URUSAN? MAKA MEREKA AKAN MENJAWAB ;ALLOH; MAKA KATAKANLAH MENGAPA KAMU TIDAK BERTAQWA KEPADANYA.......QS yunus ayat 31.